Alhamdulillah hari ini saya bisa menulis lagi di blog saya yang sederhana ini. . .
Hari ini saya ingin menulis tentang sejarah singkat Photography, kali ini saya ingin mengajak sobat kembali kemasa lalu, kita akan berbicara mengenai sejarah singkat Photography. . . ^_^
Hari ini saya ingin menulis tentang sejarah singkat Photography, kali ini saya ingin mengajak sobat kembali kemasa lalu, kita akan berbicara mengenai sejarah singkat Photography. . . ^_^
Malu dong kalau kita suka sesuatu tapi kita tidak tahu sejarahnya, ya gak sobat? ^_^
Saya di sini cuma menyambung lidah para sejarawan Photography saja dalam artian ingin memberikan informasi yang menurut saya sangat berguna bagi kita semua, khususnya saya sendiri . . .
Telah banyak website atau blog-blog Photography yang sangat berpengalaman di bidang photography yang sudah membicarakan atau membahas tentang sejarah Photography ini, kalau kita search di google pun pasti akan timbul puluhan, ratusan, bahkan ribuan kata dan kalimat mengenai sejarah tentang Photography
Telah banyak website atau blog-blog Photography yang sangat berpengalaman di bidang photography yang sudah membicarakan atau membahas tentang sejarah Photography ini, kalau kita search di google pun pasti akan timbul puluhan, ratusan, bahkan ribuan kata dan kalimat mengenai sejarah tentang Photography
Nah langsung saja ya sobat. . . ^_^
Yang namanya sejarah pasti pembahasannya lumayan panjang, tapi mudah-mudahan sobat semua tidak bosan . . . ^_^
Santai saja bacanya, sambil ngemil attau minum kopi juga boleh. . . hehe
Santai saja bacanya, sambil ngemil attau minum kopi juga boleh. . . hehe
Seperti yang saya jelaskan pada artikel saya yang terdahulu tentang definisi photography (baca:Kenapa Suka photography)
Photography itu sendiri berasal dari kata Yunani yaitu "Photos" yang artinya cahaya dan "grafo" yang artinya melukis/menulis dan
bedanya dari melukis biasa adalah proses melukis/menulisnya dengan
menggunakan media cahaya karena tanpa cahaya, tidak ada foto yang bisa
dibuat. . .
Pada hakikatnya, Photography merupakan teknik untuk menghasilkan gambar yang tahan lama melalui suatu reaksi kimia yang terjadi, ketika cahaya menyentuh permukaan yang telah dipersiapkan sebelumnya.
Sejarah Photography saat ini berhutang banyak pada beberapa nama yang memberikan kontribusi yang sangat berarti bagi perkembangan Photography sampai era digital sekarang.
Berikut Perkembangannya :
a. Era 1000 M
Tercatat nama Al Hazen, seorang pelajar berkebangsaan Arab yang menulis bahwa citra dapat dibentuk dari cahaya yang melewati sebuah lubang kecil, hal ini dikemukakannya pada tahun 1000 M.
b. Era 1400 MPada hakikatnya, Photography merupakan teknik untuk menghasilkan gambar yang tahan lama melalui suatu reaksi kimia yang terjadi, ketika cahaya menyentuh permukaan yang telah dipersiapkan sebelumnya.
Sejarah Photography saat ini berhutang banyak pada beberapa nama yang memberikan kontribusi yang sangat berarti bagi perkembangan Photography sampai era digital sekarang.
Berikut Perkembangannya :
a. Era 1000 M
Tercatat nama Al Hazen, seorang pelajar berkebangsaan Arab yang menulis bahwa citra dapat dibentuk dari cahaya yang melewati sebuah lubang kecil, hal ini dikemukakannya pada tahun 1000 M.
Kurang lebih 400 tahun kemudian, Leonardo da Vinci juga menulis mengenai fenomena yang sama. Namun, Battista Della Porta, juga menulis hal tersebut sehingga dia yang dianggap sebagai penemu prinsip kerja kamera melalui bukunya, Camera Obscura.


c. Awal abad 17
Ilmuwan Italia, Angelo Sala menemukan bahwa bila serbuk perak nitrat dikenai cahaya, warnanya akan berubah menjadi hitam. Bahkan saat itu, dengan komponen kimia tersebut ia telah berhasil merekam gambar-gambar yang tak bertahan lama. Hanya saja masalah yang dihadapinya adalah menyelesaikan proses kimia seteah gambar-gambar itu terekam sehingga permanen.
d. Era tahun 1727
Pada tahun 1727, Johan Heinrich Schuize, profesor farmasi dari Universitas di Jerman juga menemukan hal yang sama pada percobaan yang tak berhubungan dengan fotografi. Ia memastikan bahwa komponen perak nitrat menjadi hitam karena cahaya dan bukan oleh panas.
e. Era tahun 1800
Pada tahun 1800, Thomas Wedgwood, seorang berkebangsaan Inggris, bereksperimen untuk merekam gambar positif dari citra yang telah melalui lensa pada kamera obscura yang sekarang ini disebut kamera, tapi hasilnya sangat mengecewakan. Akhirnya ia berkonsentrasi sebagaimana juga Schuize membuat gambar-gambar negative pada kulit atau kertas putih yang telah disaputi komponen perak dan menggunakan cahaya matahari
sebagai penyinaran. Tahun 1824, setelah melalui berbagai proses penyempurnaan oleh berbagai negara, akhirnya Joseph Nieephore Niepee, seorang lithograph berhasil membuat gambar permanen pertama yang disebut “FOTO”.
Pembuatannya dengan tidak menggunakan kamera, melalui proses yang disebutnya Heliogravure atau proses kerjanya mirip lithograph dengan menggunakan sejenis aspal yang disebutnya Bitumen of Judea sebagai bahan kimia dasarnya. Agustus 1827, setelah saling menyurati beberapa waktu sebelumnya, Niepee berjumpa dengan Louis Daguerre, pria Perancis dengan beragam keterampilan tapi dikenal sebagai pelukis.
Mereka merencanakan kerjasama untuk menghasilkan foto melalui penggunaan kamera. Tahun 1829, Niepee secara resmi bekerja sama dengan Daguerre tetapi Niepee meninggal dunia pada tahun 1833. Pada tanggal 7 Januari 1839, dengan bantuan seorang ilmuwan untuk memaparkan secara ilmiah, Dagurre mengumumkan hasil penelitian. Penelitiannya selama ini kepada Akademi Ilmu Pengetahuan Perancis. Hasil kerjanya yang berupa foto-foto yang permanen itu disebut Daguerretype yang tak dapat diperbanyak atau reprint atau repro. Saat itu Daguerre telah memiliki foto studio komersil dan Daguereetype tertua yang masih ada hingga kini diciptakannya tahun 1837.
Tanggal 25 Januari 1839, William Henry Fox Talbot, seorang ilmuwan Inggris memaparkan hasil penemuannya berupa proses fotografi modern kepada Institut Kerajaan Inggris. Berbeda dengan Daguerre, ia menemukan sistem negative-positif (bahan dasar: perak nitrat, diatas kertas). Walaupun telah menggunakan kamera, sistem itu masih sederhana seperti apa yang sekarang kita istilahkan: Contact Print (print yang dibuat tanpa pembesaran atau pengecilan).
Juni 1840, Talbot memperkenalkan Calotype perbaikan dari sistem sebelumnnya juga menghasilkan negative diatas kertas. Dan pada Oktober 1847, Abel Niepee de St Victor keponakan Niepee memperkenalkan penggunaan kaca sebagai base negative menggantikan kertas.
Pada januari 1850, seorang ahli kimia Inggris Robert Bingham memperkenalkan penggunaan Collodion sebagai emulsi foto yang saat itu cukup popular dengan sebutan WET_PLATE Fotografi.
Setelah berbagai perkembangan dan penyempurnaan, penggunaan rol film mulai dikenal. Juni 1888, George Eastman seorang Amerika menciptakan revolusi fotografi dunia hasil penelitiannya di tahun 1877. Ia menjual produk baru dengan merk KODAK berupa sebuah kamera box kecil dan ringan yang telah berisi rol film (dengan bahan kimia perak bromide) untuk 100 exposure. Bila seluruh film diguakan, kamera ini yang diisi film dikirim ke perusahaan Eastman untuk diproses. Setelah itu kamera dikirimkan kembali dan telah berisi rol film yang baru. Berbeda dengan kamera masa itu yang besar dan kurang praktis, produk baru tersebut memungkinkan siapa saja dapat memotret dengan leluasa. Hingga kini perkembangan fotografi terus mengalami perkembangan dan berevolusi menjadi film-film digital yang mutakhir tanpa menggunakan rol film.
f. Era Modern Sekarang
Secara bertahap, Photography berkembang ke arah penyempurnaan teknik dan kualitas gambarnya sampai pada akhir abad ke-19 Photography telah mencapai kualitas hasil yang mendekati seperti yang dikenal sekarang.
Bahkan hingga sekarang, jenis kamera pun sudah banyak yang ditemukan. Hingga hari ini, jenis kamera pun beragam, mulai dari merek, kualitas pengambilan gambar, hasil dengan berbagai merek dan bentuk. Tinggal pilih saja, sesuai dengan saku dan kebutuhan kalian . beberapa tahun ini ada kamera yang dikenal dengan nama kemera mirorless atau Kamera Tanpa Cermin Dengan Lensa Yang Bisa Diganti-ganti.
Cara kerja kamera DSLR membutuhkan cermin (mirror) untuk memunculkan gambar di viewfinder, Nah kamera mirrorless didapat dengan membuang cermin yang ada di DSLR. Konsekuensinya adalah menghemat ukuran dan berat kamera (serta menghemat harga), namun kita kehilangan viewfinder optik, oleh karena itu kamera mirrorless menggunakan sistem viewfinder elektronis (EVF – electronic viewfinder), kecuali Leica dan Fujifilm yang memiliki viewfinder optik. Kualitas foto kamera mirrorless juga tidak kalah dengan DSLR karena ukuran sensor yang relatif sama.bisa dilihat perbedaan antara camera Dlsr,mirrorless dan compact camer.

Nah, itu tadi Sejarah Singkat tentang Photography,
Mohon maaf kalau tidak sesingkat judulnya ya sobat ^_^
Tapi itulah yang namanya sejarah. . .




:-d asikk \m/
BalasHapus