Pentingkah ilmu Photography?
pertanyaan itu yang pernah dilontarkan seorang teman kepada saya, ketika kami tidak sengaja melihat sebuah poster tentang seminar photography yang ditempel di sebuah mading kampus . . .
Pertanyaan yang begitu menggilitik hati saya untuk menyadari seberapa penting ilmu photography itu . . .
Pertanyaan yang begitu menggilitik hati saya untuk menyadari seberapa penting ilmu photography itu . . .
Oleh karena itu saya tertarik menulis artikel tentang pentingnya ilmu photography di blog saya yang sederhana ini . . .
Dimulai pada era dan zaman yang serba modern sekarang, saya lihat tingkat perkembangan tekhnologi khususnya photography semakin meningkat pesat semuanya serba canggih dan sangat mempermudah kita dalam mengambil foto, dari kamera Handphone, pocket, sampai kamera DSLR telah dilengkapi fitur-fitur yang memanjakan kita dalam memotret.. . .
Belakangan ini saya juga perhatikan banyak sekali orang-orang yang sudah menggeluti dunia photography dan peralatan fotografi mereka seperti kamera, lensa dan aksesoris lainnya sangatlah mewah dan mahal-mahal. . .
Itu semua membuat saya berdecak kagum karena memang tidak bisa
dipungkiri bahwa pemilihan alat yang tepat merupakan hal yang penting.
Tapi kita harus ingat satu hal bahwa jangan pernah abaikan keinginan untuk meningkatkan ilmu dan pengalaman juga
Banyak orang membeli alat foto
berjuta-juta, membeli kamera yang lebih canggih, lensa yang lebih
berkualitas, dan aksesoris yang menurut saya WAAH . .!
Tapi hanya sedikit yang bersedia menginvestasikan/mengeluarkan uangnya untuk belajar ilmu fotografi itu sendiri. Padahal, kalau kita lihat dan amati banyak alat
fotografi yang bisa rusak dan tidak bisa dipakai lagi dalam jangka waktu tertentu karena itu semua hanya sebuah alat yang menunjang kita dalam memotret dan kita harus sadari itu semua . . .
Tapi ilmu fotografi tidak. Dalam kurun waktu 50-100 tahun
lebih pun dasar ilmu fotografi tetap sama . . .
Ilmu itu tidak akan hilang, tidak akan berkurang sedikitpun bahkan sampai kita tiada pun ilmu itu akan terus hidup dan juga akan terus berkembang kalau kita mau mengajarkannya kepada orang lain.
Ilmu itu tidak akan hilang, tidak akan berkurang sedikitpun bahkan sampai kita tiada pun ilmu itu akan terus hidup dan juga akan terus berkembang kalau kita mau mengajarkannya kepada orang lain.
Kalau dpikir-pikir, alat photography itu sangat mudah didapatkan, kalau kita punya biaya yang banyak, kita bisa langsung membelinya tanpa membuang-buang waktu, tapi kalau ilmunya (belajar photography) selain biaya, kita juga perlu waktu karena sebagian orang menganggap kalau waktu itu adalah sesuatu yang berharga.
Banyak cara untuk memperoleh ilmu tersebut, kita bisa ikut kursus, seminar atau workshop yang semuanya membahas tentang ilmu photography. . . .
Tapi kita juga harus jeli dalam memilih ilmu, agar nantinya bermanfaat bagi kita sendiri maupun orang lain. . .
Oleh karena itu selain menyadari betapa pentingnya sebuah ilmu (ilmu photography) saya juga ingin berbagi tips tentang memilih kursus, seminar atau workshop yang bagus dan baik buat kita semua, yaitu :
- Tingkatkan minat dan tujuan kita
Minat sangat penting disini, semuannya berasal dari hati, kita pasti berusaha sebaik mungkin terhadap apa yang ingin kita capai dikarenakan minat atau keinginan kita begitu besar akan sesuatu hal tersebut, jangan pernah ada beban ketika mengikuti acara tersebut karena memang itu untuk kebaikan dan kemajuan kita juga, seiring tingginya minat khususnya pada dunia photography, maka semangat kita pasti akan terus timbul dikarenakan energi positif yang kita hasilkan, mood kita bagus ^_^ maka hasil foto kita pun akan terus meningkat kualitasnya setelah mengikuti acara tersebut . . .
Begitu juga tujuan, tujuan kita dari awal harus jelas dalam mengikuti acara tersebut, apakah mau gaya-gaya an saja? atau memang mau mendapatkan ilmu yang bermanfaat dari acara tersebut . . . - Sesuaikan tingkat ilmu kita dengan bahan/topik kursus, seminar atau workshop tersebut
Misalnya kita baru saja membeli kamera digital dan kita masih awam terhadap dasar fotografi, maka sebaiknya mengambil kursus pemula (maaf bukannya saya merasa bisa kok) saya juga masih harus banyak belajar . . . ^_^
Jadi, ada baiknya juga kalau kita menanyakan kepada penyelenggara atau instruktur tentang materinya terlebih dahulu karena judul saja biasanya tidak pas dengan tingkat ilmu kita. . . - Lihat hasil karya instrukturnya
Sebelum kita mengikuti acara tersebut, ada baiknya bila kita melihat hasil karya instruktur di acara tersebut bila karyanya sesuai dengan apa yang ingin kita capai dan raih, maka kita bisa ikuti acaranya, sebaliknya bila gaya instrukturnya tidak sesuai dengan apa yang kita ingin capai, sebaiknya kita mencari lagi acara yang sesuai dengan tujuan photography kita. . . .
Oh yaa . . .!
Setelah menemukan instruktur yang karyanya kita suka, kita juga bisa siapkan pertanyaan-pertanyaan bagus yang nantinya akan kita tanyakan misalnya bagaimana proses pembuatan fotonya dan instruktur yang baik biasanya akan senang hati membagikan proses pembuatan fotonya tersebut kepada kita. . - Sertifikat
Dalam suatu kursus terkadang ada yang bersertifikat, ada yang tidak. Ada yang harus menyelesaikan beberapa tugas / PR sebelum diberikan sertifikat, ada juga yang langsung diberikan ketika acara usai. menurut saya pikir jangan terlena atau terbuai dengan mengikuti suatu acara berbasiskan ada sertifikat atau tidak, yang penting kita dapat ilmu dari acara tersebut, kecuali memang bila sertifikat itu suatu syarat untuk naik jabatan di perusahaan tertentu. . . . - Harga Murah vs Mahal
Banyak sekali event-event yang mengadakan acara-acara yang bertemakan photography dan acaranya juaga ada yang murah dan ada mahal tapi kalau kita lihat dari semua acara tersebut baik murah atau mahal, pasti ada dampak positif dan negatifnya. Acara yang harganya murah biasanya diikuti oleh banyak orang, apalagi yang gratis bisa dipastikan orangnya ratusan. Sedangkan yang mahal biasanya kelasnya cukup kecil (dibawah 10 orang), tapi harus kita tahu, yang mahal akan memberikan kesempatan interaksi yang lebih besar dengan instruktur, sehingga penyerapan ilmu lebih tinggi. Kesempatan untuk praktek juga lebih tersedia. Kalau yang murah, biasanya objek dan alat-alat fotonya terbatas dan harus gantian dan keroyokan, sehingga hasilnya pun kurang maksimal.
Nahhh . . .!
Ada pula acara pelatihan yang disponsori oleh perusahaan tertentu.
Biasanya.!!!
harga acara seperti ini murah, tapi di dalam acara tersebut diselipkan pesan-pesan dari sponsor. Acara ini cukup baik sebenarnya untuk meningkatkan wawasan kita dalam dunia photography, tapi jangan telan bulat-bulat pendapat instrukturnya. Kita harus bersikap kritis dan bisa membedakan mana yang mengandung promosi mana yang tidak. Misalnya, bila acaranya disponsori oleh merek Canon, dan di dalam acaranya instrukturnya mengatakan hasil kamera Canon lebih tajam dan bagus, jangan dipercaya sebelum kita meneliti terlebih dahulu. . .
Acara foto gratis dengan model diatas untuk mempromosikan merk motor ternama. Makin murah acaranya memang makin rame, tapi makin sedikit juga ilmu dan pengalaman yang bisa didapatkan di acara model seperti ini. . .
Demikian lah tips-tips dari saya sebelum kita memilih acara-acara yang mengusung tema tentang photography, yang tepenting dari semua ini adalah sikap konsisten kita dalam menjalani semua ini khususnya dunia photography . . .
Teruslah berkarya . . . .! ^_^
Tetap semangat. . . ^_^





Posting Komentar
Silahkan sobat berkomentar dengan ketentuan :
- Berkomentarlah dengan sopan dan sesuai dengan isi konten !
- Dilarang promosi disini !
- Dilarang meninggalkan link aktif !
- Gunakan kata-kata yang bijak dalam berkomentar (no iklan, no porn, no spam) !
>> Terima Kasih <<